Pages

Friday, June 8, 2012


APENDISITIS (Appendicitis)

            Apendiks (Appendix) = usus buntu/umbai cacing: merupakan ujung tertutup, sempit, seperti cacing (tabung) hingga beberapa  inchi saja ukuran panjangnya, melekat pada sekum/caecum (bagian pertama dari usus besar).




TERMINOLOGI
  • ·         Apendisitis (appendicitis) = radang usus buntu.
  • ·         Apendisitis Akut = radang usus buntu yang baru saja terjadi.
  • ·         Apendisitis Kronis = radang usus buntu berulang/kambuhan yang terjadi dalam kurun waktu lebih dari 2 minggu.
  • ·         Apendisitis Perforasi = radang usus buntu yang sudah lanjut, sehingga usus buntu busuk dan bocor, dengan disertai adanya nanah.

APA PENYEBAB APENDISITIS?

            Akibat adanya sumbatan/obstruksi rongga/lumen apendiks, sehingga berkembang biaknya bakteri (umumnya: E. coli) yang mengakibatkan peradangan/infeksi. Sumbatan dapat dikarenakan oleh tinja/feses yang keras (fecalith), biji-bijian, cacing, pembengkakkan kelenjar getah bening di sekitar apendiks, atau tumor (pada usia tua).

GEJALA  APENDISITIS?

  • ·         Gejala khas awal apendisitis umumnya adalah nyeri perut sebelah kanan bawah yang didahului dengan rasa tak nyaman di sekitar ulu hati
  • ·         Dapat disertai mual/muntah
  • ·         Dapat disertai BAB mencret
  • ·         Kadang-kadanf disertai demam ringan. Apabila disertai demam tinggi, perlu dicurigai telah mengalami apenditis perforasi
  • ·         Gejala apendisitis akut pada anak-anak cukup sulit untuk diketahui, sehingga sering kali terlambat ter-diagnosis

PEMERIKSAAN PENUNJANG?

            Pemeriksaan penunjang diagnostik diperlukan untuk menegakkan diagnostik, meskipun demikian pemeriksaan secara klinis dengan seksama oleh seorang dokter umumnya mempunyai akurasi lebih dari 80%, sehingga pemeriksaan penunjang belum tentu semuanya diperlukan.

  • ·         Laboratorium darah: umumnya ditemukan peningkatan kadar sel darah putih (lekosit) lebih dari 10.000/mm3. Kadar lekosit lebih dari 12.000/mm3 perlu dicurigai telah terjadi perforasi.
  • ·         USG: pemeriksaan ini mempunyai angka sensitifitas dan spesifisitas yang rendah terhadap deteksi apendisitis.
  • ·         Appendicogram: pemeriksaan X-Ray menggunakan kontras (Barium) ini mempunyai nilai penunjang diagnostik yang baik untuk mengetahui sumbatan pada apendiks.
  • ·         CT-Scan, MRCT-Scan

GEJALA PENYAKIT LAIN YANG MIRIP APENDISITIS?

  • Gejala penyakit lain yang mirip apendisitis, antara lain:
  • ·         Infeksi/batu saluran kemih
  • ·         Infeksi/batu kandung empedu
  • ·         Kista ovarium (indung telur)
  • ·         Pelvic Inflammatory Disease

TERAPI  APENDISITIS?

            Terapi terbaik apendisitis akut adalah operasi pengangkatan apendiks (appendectomy). Bila penderita tidak mau operasi, dapat diberikan antibiotika saja, akan tetapi kemungkinan mengalami kekambuhan (apendisitis kronis) sekitar 35%. Apenditis perforasi yang tidak dilakukan tindakan operasi, mempunyai komplikasi yang berat seperti peradangan rongga perut (peritonitis) hingga sepsis (kuman menyebar ke seluruh tubuh melaului aliran darah).

 


Gambar: Laparoscopic Appendectomy



            Operasi pengangkatan usus buntu (Appendectomy) dapat dengan tehnik konvensional atau secara laparoskopi (Laparoscopic Appendectomy). Keunggulan Laparoscopic Appendectomy antara lain: rasa nyeri pasca operasi lebih minimal, secara kosmetik lebih baik karena bekas luka sayatan operasi nyaris tidak tampak. Laparoscopic Appendectomy di Propinsi Jambi dapat dilakukan di RS Dr. Bratanata.

                       
Gambar: Bekas luka Apendektomi kovensional                   Gambar: Bekas luka Apendektomi laparoskopik